April 18, 2011

NT

Dear Tuhan,

Hari ini adikku ujian, Wow, waktu terasa berjalan terlampau cepat.
Aku jadi inget, 15 tahun yang lalu...ya... 15 tahun yang lalu, waktu itu dia masih berumur 3 tahun, menangis dalam gendongan ibuku disore hari entah karena masuk angin atau karena tahu bahwa pada hari itu Engkau memanggil Ayahku untuk pulang.
Waktu itu sore hari, sore hari yang mengubah semua perjalanan dan mimpi-mimpi yang sempat terajut.

Wow (lagi), sejujurnya ga pernah menyangka kalau aku-kami mampu berjalan dan bertahan sampai hari ini.
Semenjak sore itu, kami mau ga mau harus mengumpulkan harapan dan mimpi-mmpi yang sempat terserak entah kemana.
Dan bahkan hingga hari ini pun, itulah yang sedang aku-kami lakukan.
Semuanya berubah.

Dear Tuhan, 
Apa aku pernah marah padaMu?
Entahlah, aku sendiri sudah lupa, sudah terlalu lama untuk diingat dan diungkit kembali.
Kalau memang ada kesempatan bertanya padaMu, banyak orang akan menanyakan KENAPA, tapi tidak buatku........
Bertanya kenapa tidak akan mengubah hari-hari yang sudah terlewat, inilah yang bisa aku-kami lakukan, menjalani hari demi hari dengan tetap berpegang pada pengharapan bahwa masa depan itu hanya kepunyaanMu.

Dear Tuhan,
Aku yakin Engkau tahu bahwa ada banyak rasa iri dikepalaku, iri karena ini iri karena itu...
Iri karena kesempatan yang tidak kunjung aku dapatkan, iri karena mimpi yang tiba-tiba tercabut dari kepala.
Yaa, jangan salahkan aku untuk hal ini.
Aku-kami cuma merindukan hari yang lebih hebat dari hari ini, lebih dahsyat dari yang pernah ada dikepala kami (Seperti janjiMu).

Dear Tuhan,
Sepanjang hari yang sudah terlewati tanpa sadar, cepat sekali waktu berjalan.
Kau tahu seperti apa hari-hari itu kami lalui,
Kau tahu susahnya, Kau tahu senangnya.
Dan cuma Engkau yang tahu seperti apa akhirnya.

"The wonder of your love will break the chains that bind us, The power of your touch, releases us to worship
 Sing  out to God, Sing Halleluyah, With all we are, we will worship
 Worthy is the lamb, worthy is the lamb O God"

No comments: